Tuesday, 25 September 2007
[ laporan utama ]
Investasi rumah di Malang menjanjikan bila rencana pembangunan jalan tol Gempol-Malang direalisasikan.
Anda yang ingin berinvestasi dalam properti, boleh melirik Kota Malang. Kota nomor dua di Jawa Timur itu memiliki prospek yang baik, menyusul rencana pembangunan jalan tol Gempol-Pandaan (11 km) dan Pandaan-Malang (43 km), menyambung ruas Gempol-Surabaya yang sudah beroperasi. Bila beroperasi keberadaan dua jalan tol itu akan memperpendek waktu tempuh Malang-Surabaya dari sekitar 2,5 jam menjadi satu jam.
Dengan demikian mobilitas Surabaya-Malang makin tinggi seperti Jakarta-Bandung dengan jalan tol Cipularang. Menurut Bambang Sulistyo, Sekretaris Perusahaan PT Jasa Marga, kedua ruas tol itu dibangun untuk mendukung pengembangan kawasan wisata di Malang dan daerah industri di Pandaan. "Mirip kawasan Puncak dengan tol Jagorawi," katanya. Keduanya akan dilengkapi jalan tol Gempol-Pasuruan (32 km) yang dibangun untuk membantu pengembangan daerah industri di Pasuruan. Bila semua jalan tol itu beroperasi bisa dipastikan properti di sekitarnya akan mengalami kenaikan yang signifikan. Pasalnya, dengan waktu tempuh yang semakin singkat, Malang bukan lagi sekedar lokasi rumah kedua kaum kaya Surabaya, tapi bisa menjadi alternatif hunian mereka yang bekerja di Surabaya.
Apalagi, kota apel itu punya kelebihan yang tidak dimiliki Surabaya: berada 400 m di atas permukaan laut dengan udara sejuk dan view menawan ke arah Gunung Arjuno, Kawi, Wilis, atau Panderman yang mengelilingi kota. Malang juga memiliki banyak pilihan sekolah dan perguruan tinggi ternama. Jadi, Malang juga menarik bagi orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya.
Dengan berbagai kelebihan itu, permintaan rumah di Kota Malang bakal meningkat tajam begitu rencana tol itu siap direalisasikan. Saat ini investornya menunggu penandatangan perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT) dengan Badan pengatur Jalan Tol (BPJT). Rertanyaannya, kapan saat yang tepat membeli rumah di kota itu?
RUMAH KEDUA ORANG JAKARTA
Kalau membeli sekarang, harga rumah di Malang masih lebih murah dibanding Surabaya. Sebagai gambaran. harga kaveling golf di Surabaya sudah Rp3,5-6,5 juta per m2, di Malang masih Rp1,4 juta. Begitu pula kaveling standar, di Surabaya paling murah Rp1,8 juta, di Malang paling mahal baru Rp1,5 juta.
Namun bila disewakan, harga sewanya belum menjanjikan. Di Kota Araya, perumahan terbesar di Kota Malang, rumah T 45 dengan dua kamar tidur seharga Rp250 juta sewanya sekitar Rp5 juta per tahun (yield hanya dua persen). Harapan meraih untung baru dari kenaikan harga (capital gain), karena kebanyakan proyek masih dalam tahap pengembangan. Pada tahap itu biasanya peran developer dalam mengatur harga masih sangat dominan. Jadi, meski yield-nya rendah harga rumah terus meningkat.
Dalam empat tahun terakhir, kata YV Teguh Widjajanto, Marketing & Promotion Manager Kota Araya, kenaikannya hampir 200 persen. la mencontohkan harga kaveling di Jl Boulevar Kota Araya. Pada 2002 masih Rp600 ribu, kini sudah Rp1,4-1,5 juta per m2 (tunai).
Dengan potensi alam yang indah, Malang juga berpotensi besar menjadi rumah kedua bagi orang dari luar kota termasuk Jakarta, karena Pangkalan Udara Abdulrahman Saleh sudah mulai dikomersialkan. Sudah ada penerbangan langsung berjadwal Malang-Jakarta (PP) yang dilayani Sriwijaya Air setiap hari. Bagi warga Jakarta pilihannya bisa membeli rumah kedua di kawasan resor di Kota Batu atau di luar itu. Toh, seperti sudah disebutkan, banyak perumahan yang memiliki view menawan.
DEKAT KAMPUS
Yang menarik perumahan-perumahan dengan view bagus itu tidak jauh dari pusat Kota Malang dan umumnya dekat dengan kampus. Beberapa titik pertumbuhan perumahan di kota kesebelasan Arema itu, antara lain Karang Ploso, Blimbing, Sengkaling, dan Dieng.
Di Karang Ploso ada perumahan Green Hill milik mantan Ketua Umum REI Enggartiasto Lukita dan Tirta Sani Estate. Keduanya dibangun di atas bukit dan memiliki view gunung. Lahan kedua proyek sama-sama berupa 'iris-an' lahan dari perumahan sederhana yang dibangun sebelumnya. Maklum sebelum ada kampus Institut Teknologi Nasional (ITN) di Karang Ploso serta kampus Universitas Muhammadiyah Malang di Karanglo, di kawasan ini hanya dikembangkan perumahan sederhana.
Artikel selengkapnya ada di majalah ESTATE edisi Juni 2006 |