Home
Sunday, 05 September 2010
 
Utama

Edisi Desember 2005

Edisi November 2005
 

Edisi Oktober 2005

Edisi September 2005

Edisi Agustus 2005

Edisi Juli 2005

Edisi Juni 2005

Edisi Mei 2005

Edisi April 2005


 

Menyikapi Penawaran Kondotel  
Tuesday, 25 September 2007
 [ kondotel ]

Reputasi manajemen pengelola sangat menentukan prospek sebuah kondotel

Kondotel (kondominium hotel), apartel (apartemen hotel), atau service apartment adalah apartemen juga. Hanya kalau apartemen dibeli untuk dihuni atau disewakan sendiri, kondotel benar-benar untuk investasi. Setelah dibeli apartemen dikelola sebuah manajemen sebagai hotel selama waktu tertentu (10-20 tahun). Anda sebagai pemilik atau investor menerima pendapatan sewa sesuai keuntungan kondotel pada tahun itu.

Biasanya untuk menarik peminat developer memberi garansi pendapatan sewa sekian tahun setelah kondotel dioperasikan. Oakwood Premier Cozmo, sebuah kondotel mewah di Mega Kuningan, misalnya, memberi garansi sewa 7 persen/tahun dalam dolar AS. Sedangkan garansi sewa Aston Rasuna dan Serpong Town Square (keduanya kondotel menengah) 10 persen per tahun dalam rupiah.

Manajemen kondotel umumnya jaringan pengelola hotel profesional. Sehabis masa pengelolaan, kondotel dikembalikan ke pemilik (investor) sebagai apartemen biasa. Selama masa pengelolaan investor tidak bisa menghuni apartemennya. Kalaupun bisa, seperti kondotel di daerah wisata, dibatasi 2-3 minggu per tahun.

Menurut Hary Jap, prinsipal Ray White Pluit dan Pondok Indah yang memasarkan Oakwood, kondotel merupakan respon terhadap penyewa jangka panjang (long stay). "Long stay di hotel kan mahal," katanya. Dari sisi developer kondotel juga meringkas masa pengembalian investasi, ketimbang hotel yang baru balik modal belasan tahun kemudian.

LEASE HOLD

Kondotel sama dengan hotel; harus memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan pada hotel dengan level setara. Tapi, karena didesain untuk long stay, suasana pengelolaannya lebih homy (rumahan). Misalnya, ada living room untuk menerima tamu. Sewanya pun lebih murah. Setiap unit cukup untuk satu keluarga karena kamarnya bisa lebih dari satu. Biaya pengelolaan dan karyawannya juga lebih kecil. "Ibaratnya ganti seprei tidak mesti tiap hari kayak hotel. Cukup tiga hari atau lima hari sekali," ujarnya.

Belakangan banyak kondotel ditawarkan. Tidak semua didesain sejak awal sebagai kondotel. Menurut jurnal perdana Indonesia Property Watch April 2006, sebagian adalah apartemen strata yang diubah menjadi kondotel karena lesunya pasar. Setengahnya sudah mendapatkan manajemen pengelola, yang lain masih penjajakan atau pembicaraan dan karena itu belum di-launching resmi seperti Senayan City, Senayan Residence, The Albergo, dan Poins Square.

Ada yang fully kondotel seperti Oakwood dan Kempinsky, ada yang salah satu menaranya saja kondotel seperti Sommerset Berlian, Senayan Residence, dan Serpong Town Square, ada pula yang cuma sebagian lantainya kondotel seperti MayFlower. Kebanyakan kondotel berstatus strata title, beberapa berbentuk sewa jangka panjang (lease hold) karena dibangun secara BOT (built, operating, transfer) seperti Senayan City, Kempinsky, dan Nusa Dua Golf Resort.

Setelah masa sewa habis, kondotel kembali ke pemilik tanah. Kondotel ini biasanya lebih murah dibanding kondotel sekelas, tidak bisa diagunkan ke bank, dan harus dibeli tunai. Kelebihannya tidak terkena BPHTB 5 persen dan PPnBM 20 persen, dan bisa dilepas kepada orang asing.

MANAJEMEN PENGELOLA

Sebaiknya beli yang sejak awal didesain sebagai kondotel karena lebih memberikan kepastian pendapatan sewa. Pasalnya, manajemen pengelolanya ikut terlibat sejak awal dalam mendesain kondotel sehingga benar-benar fokus ke segmen yang dituju. Tapi, apartemen yang diubah menjadi kondotel pun tidak apa asal dikelola manajemen profesional.

Artikel selengkapnya ada di majalah ESTATE edisi Juni 2006


Tips

Memilih Ruko

Pilih ruko di dalam perumahan yang sudah banyak dihuni karena kemungkinan besar akan ramai dan mudah disewakan. Kalau bisa posisinya di blok yang banyak dilalui pengunjung. Wlemang, harganya lebih mahal namun lebih hidup dan lebih mudah memerkirakan dagangan yang layak dibuka.

Kalau ruko di luar perumahan, lihat potensi pengunjung dari daerah sekitarnya, dan apakah mudah diakses dari banyak penjuru dengan kendaraan pribadi atau angkutan umum? Pada areal ruko yang jumlah unitnya sedikit cermati juga soal legalitas, keamanan, kebersihan, dan parkirnya. Para pemilik ruko harus sudah menyepakati penanganan ketiga hal terakhir.

Keamanan tidak hanya mencakup soal kriminal tapi juga kebakaran, gempa dan lain-lain. Bila salah satu pemilik tidak peduli, yang lain akan dirugikan. Cermati harga ruko yang dibeli, rasional atau tidak. Untuk itu bandingkan harga ruko sekelas dalam satu kawasan. Misalnya, ruko di BSD dengan ruko di Regensi Melati Mas.

Cara lain, lihat tarif sewanya. Yang normal sewa ruko sekitar 8 persen dari harga jual. Jadi, kalau harganya Rp1 miliar, sewanya Rp80 juta per tahun. Bila dagangan yang dibuka masih bisa menutup biaya sewa itu, berarti harga ruko masih rasional. Kecuali kaiau Anda sekaligus akan menghuninya, kalkulasi itu boleh diabaikan. Tak ada salahnya menghubungi broker profesional untuk mengetahui pasaran harga ruko setempat.


   
 

Estate Indonesia © 2004 All rights reserved.