Home
Sunday, 05 September 2010
 
Utama

Edisi Desember 2005

Edisi November 2005
 

Edisi Oktober 2005

Edisi September 2005

Edisi Agustus 2005

Edisi Juli 2005

Edisi Juni 2005

Edisi Mei 2005

Edisi April 2005


 

Rumah Seken Jalur Busway  
Tuesday, 25 September 2007

[ rumah seken ]

Peluang membeli rumah di jalur busway masih terbuka karena permintaan dan harganya belum meningkat.

Di Jakarta kemacetan bukan hanya terjadi pada lalu lintas antar-wilayah melainkan juga di dalam kota. Karena itu moda transportasi yang bisa meringkas perjalanan seperti busway pasti sangat dinanti. Punya rumah di koridor yang dilaluinya pun menguntungkan.

Bagaimana tidak. Warga Kalideres, Jakarta Barat, misalnya, dengan bus-way hanya butuh 55 menit mencapai Sudirman-Thamrin dibanding 90 menit dengan angkutan biasa. Ada tiga koridor busway yang sudah beroperasi. Beberapa permukiman berada persis di koridor itu.

Di koridor satu Blok M-Kota tak ada hunian landed house yang bisa dilirik kecuali Kebayoran Baru, pemukim an kaum atas yang pasti tidak hirau dengan kehadiran busway. Sedangkan di koridor dua Pulogadung-Harmoni beberapa permukiman yang layak dipilih adalah Kelapa Gading dan Cempaka Putih.

Di Kelapa Gading, menurut Hanny Koswidjaja, prinsipal LJ Hooker Kelapa Gading, jalur busway tidak memenga-ruhi permintaan. "Harga tanahnya masih berkisar Rp5 juta-an per meter," katanya. la menduga hal itu karena warga Kelapa Gading rata-rata memakai mobil pribadi.

Hal itu agak aneh bila mengingat warga Kelapa Gading yang kebanyakan etnis Tionghoa banyak beraktivitas dan sekolah di Jakarta Barat, kawasan bisnis pecinan lain dan tempat ber-himpunnya sejumlah perguruan tinggi swasta temama. Busway yang aman, nyaman, dan lancar mestinya menjadi pilihan mereka.

KETINGGIAN

Seorang pengamat properti menduga busway tidak berpengaruh karena harga tanah di Kelapa Gading sudah ketinggian. "Soalnya minat orang tinggal di kawasan itu masih tinggi," katanya. Karena itu ia menyarankan menjajal kawasan Cempaka Putih di Jl Letjen Soeprapto yang harganya lebih murah dan lingkungannya cukup baik. Setelah dibeli rumah bisa direnovasi. Lokasinya sangat strategis baik ke by pass dan jalan tol dalam kota maupun ke Menteng dan Sudirman-Thamrin. Cari rumah yang paling dekat dengan halte busway. Yaitu halte Cempaka Putih Tengah di antara Jl Cempaka Putih Barat dan Cempaka Putih Tengah II, halte RS Islam di depan Jl Cempaka Putih Tengah, dan halte Cempaka Putih Timur di depan ITC Cempaka Mas.

Apalagi, permintaan rumah di Cempaka Putih juga belum meningkat. Bahkan sebaliknya menurun 10 - 20 persen dibanding tahun lalu. "Mungkin karena koridor dua baru beroperasi. Jadi, belum kelihatan pengaruhnya," kata Juanita Aulia, Principal Ray White Cempaka Putih.

Kebanyakan rumah sudah tua. Karena itu yang dihitung hanya tanah-nya. Harga antara Rp2,5 - 4 juta per m2 tergantung lokasi. Meskipun rentan banjir seperti Kelapa Gading, di lokasi tertentu di Cempaka Putih harga rumah di depan kali bisa lebih mahal ketimbang yang menghadap rumah juga, karena berukuran besar dan banyak dihuni mantan pejabat dan artis.

TAMAN SOLO

Kaveling sedang antara 200 - 300 m2 dan besar antara 800 - 900 m2 ada di jalan raya. Sedangkan kaveling kecil 120 - 200 m2 di jalan dengan nomor seperti Jl Cempaka Putih Barat 2E. Rumah di bawah Rp1 miliar sudah sulit didapat. Di Jl Cempaka Putih Raya kaveling 900 m2 ditawarkan Rp5 miliar.

Daerah favorit adalah Taman Solo (Jl Cempaka Putih Tengah 27 dan Jl Cempaka Putih Timur) yang banyak dihuni mantan pejabat dan artis itu. Kalau harga rumah terlalu mahal, Anda bisa memilih apartemen. Harga apartemen 70 m2 di Cempaka Mas hanya Rp300 jutaan, ukuran 90 m2 Rp400 jutaan.

Artikel selengkapnya ada di majalah ESTATE edisi Juni 2006


Tips

Memilih Rumah Minimalis

Setelah melihat beragam model rumah minimalis, barangkali Anda bertanya. Apakah harus memilih rumah yang atapnya beton atau genteng? Atau pilih yang jendela kacanya besar-besar dan beragam pertanyaan lain.

Menurut Bambang Eryudhawan, Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) DKI Jakarta, model minimalis yang baik adalah yang sesuai dengan iklim tropis. Gaya minimalis tapi tetap punya atap. Selain itu dalam memilih jangan hanya terpikat pada keindahan fasadnya.

Yang terpenting dicermati adalah lay-out ruangnya: apakah sesuai dengan iklim Indonesia atau tidak. "Secantik-cantiknya fasad rumah, kalau layout-nya tidak cocok dengan kebutuhan, jangan dipaksakan," katanya.

Yang ideal ruang-ruangnya fungsional, hubungan antar-ruang terkoordinasi dengan baik, udara bisa mengalir lancar ke dalam rumah, begitu pula sinar matahari pagi. Jadi, keberadaan bukaan dan ventilasi udara penting pada rumah minimalis.

Selain itu kalau hujan rumah tidak tampias atau bocor, pada musim kemarau rumah tidak panas. Pastikan juga dinding rumah tidak banyak terkena sinar matahari langsung. Pasalnya, menurut Imelda Akmal, Principal Imelda Akmal Architecture Writer, dinding tembok menyerap panas pada siang hari, dan dilepas pada malam hari. Karena itu rumah yang temboknya banyak terkena sinar matahari langsung, terasa panas pada siang dan malam hari.


   
 

Estate Indonesia © 2004 All rights reserved.